Apakah nikotin merupakan penyebab kecanduan?

Jawabannya: Ya!

Sebagian besar perokok merokok secara regular karena mereka kecanduan nikotin. kecanduan merupakan perilaku atau sikap yang ditandai oleh keinginan yang sangat besar akan sesuatau obat/zat/lainnya meski telah mengetahui konsekwensi negatif yang akan dihadapi. pada umumnya para perokok tersebut mengetahui bila rokok akan membahayakan kesehatannya dan berkeinginan untuk mengurangi atau berhenti merokok. Sayangnya lebih dari 85% perokok yang mencoba untuk menghentikan kebiasaannya tersebut merasa kesulitan, faktanya mereka akan merokok kembali dalam waktu kurang dari satu minggu.

Penelitian telah menunjukkan bahawa nikotin mampu mempengaruhi otak dan menghasilkan beberapa efek. Beberapa diantaranya yang paling penting adalah, nikotin mampu mengaktifkan jalur reward di otak, suatu jalur atau sirkuit saraf diotak yang mengontrol perasaan dan rasa bahagia. Nikotin mampu neningkatkan kadar neurotransmiter dopamin, sebuah neurotransmiter yang memediasi keinginan atau penyebab ketergantungan, diotak. efek dari nikotin ini sama seperti efek yang ditimbulkan oleh zat adiktif lainnya, sehingga perokok akan merasakan sensasi atau perasaan senang setelah atau saat merokok. Bagi sebagian besar perokok, ekspose nikotin secara terus-menerus dalam waktu lama  akan menyebabkan perubahan plastisitas diotak yang berakhir dengan kecanduan.

Aspek farmakokinetika dari nikotin juga meningkatkan potensi kecanduan, nikotin yang terkandung dalam asap rokok akan mampu mencapai level maksimum diotak dalam waktu 10 detik setelah penghisapan. Akan tetapi efek ini langsung hilang dikarenakan nikotin cepat dimetabolisme, hal ini disertai juga dengan efek ketagihan, yang menyebabkan perokok akan secara kontinyu berusaha mengisap lagi rokok tersebut untuk menjaga efek euforia nikotin tetap ada dan mencegah munculnya ketagihan.

Gejala ketagihan nikotin antara lain: iritabilitas, kraving, depresi, cemas, ganguan konsentrasi dan kognitif, ganguan tidur dan peningkatan nafsu makan. Gejala ini dapat muncul beberapa jam setelah merokok, oleh karena itu perokok akan segera ingin menghisap rokoknya kembali. Gejala ketagihan ini puncaknya akan muncul beberapa hari setelah berhenti merokok dan pada umumnya akan hilang setelah beberapa minggu, namun pada berberapa orang gejala ketagihan ini dapat muncul hingga berbulan-bulan.

Meski ketagihan ini sangat berkaitan dengan  efek farmakologi lanagsung dari nikotin, tetapi beberapa perilaku perokok akan menyebabkan efek ketagihan ini menjadi lebih besar. Bagi beberapa perokok, ritual seperti mencium dan merasakan bau tembakau, memegang, melinting rokok, dan menghisapnya mampu menambah nikmatnya efek rokok. Kesemua hal tersebut dapat memperparah rasa ketagihan mempersulit usaha berhenti merokok. Usaha terapi berhenti merokok dengan strategi terapi pengganti nikotin seperti, permen karet nikotin, koyo nikotin, nikotin inhaler sangat membantu  menghentikan beberapa aspek ketagihan nikotin, namun gejala kraving akan tetap muncul. Oleh karena itu, adanya “terapi perlilaku” akan membantu perokok untuk mengidentifikasi penyebab kraving dan mereka dapat menggunakan strategi pencegahan terntentu untuk mengatasi kraving.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s