Mungkinkah ganja akan diakui sebagai obat legal?

Setalah melewati berbagai tahap pengujian THC (delta-9-tetrahidrocannabinol) yang merupakan komponen aktif dari ganja telah mendapat persetujuan dari FDA (badan POM Amerika Serikat). Obat ini dengan nama generik dronabinol telah digunakan untuk mengurangi gejala mual dan muntah pada pasien penyakit kanker yang menjalani kemoterapi. Selain itu obat ini juga bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan pada pasien yang mengalami wasting syndrome (pasien yang mengalami penurunan berat badan secara drastis) seperti yang sering dialami oleh pasien AIDS.

Meski demikian hingga saat ini masih belum ada bukti ilmiah yang mendukung dilegalkannya ganja untuk menjadi obat, beberapa alasannya antara lain:

1. Hingga kini masih belum ada uji klinik yang menunjukkan bahwa ganja memiliki keuntungan yang besar dibanding kerugiannya. Masih dibutuhkan uji klinik yang terstruktur dengan baik dan jumlah subyek uji dengan jumlah yang banyak (ratusan hingga ribuan) untuk menilai secara akurat keuntungan dan kerugian.

2. Untuk menjadi obat yang legal, sebuah komponen haruslah bisa secara jelas didefiniskan dan diukur secara konsisten dari unit satu ke unit lainnya (seperti bentuk tablet, injeksi atau lainnya). Dengan konsistensi ini dokter  akan dengan mudah menentukan dosis dan frekwensi penggunaan. Inilah yang sangat sulit dipenuhi, karena dalam daun ganja ini mengandung lebih dari 400 buah komponen kimia, termasuk didalamnya komponen cannabinoid lainnya (selain THC) yang mungkin juga mempunyai aktifitas biologis, selain itu kadarnya juga bervariasi dari tanaman satu ke tanaman yang lain.

3. Faktor yang penting lainnya adalah, ganja juga mempunyai efek samping kesehatan yang sangat besar. Dikarenakan biasanya digunakan dengan cara dihisap asapnya, ganja akan memperburuk gejala gangguan pernafasan seperti bronkitis dan batuk kronik. Ganja juga akan menyebabkan gangguan memori jangka pendek dan koordinasi motorik; memperlambat reaksi; merubah mood, penilaian dan pengambilan keputusan. Selain itu pada beberapa orang juga akan menyebabkan gejala cemas yang hebat (paranoid) atau psikosis (hilangnya respon dengan realitas),; paling panting ganja dapat menyebabkan kecanduan, puluhan juta orang telah terindikasi mengalami kecanduan ganja diseluruh dunia.

Apakah mungkin dimasa depan ganja akan menjadi obat?

Ya, sangat dimungkinkan.

Berbagai penelitian menunjukkan munculnya berbagai kemungkinan penggunaan ganja dan bahan aktifnya dalam terapi. Beberapa hasil penelitian menunjukan ganja sebagai salah satu alternatif terapi yang menjanjikan untuk mengobati nyeri neuropati, kecanduan, multiple sclerosis, obesitas, irritable bowel syndrome, dan penyakit lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s